Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

OpenOffice di Linux Ubuntu

Setelah kemarin sukses melakukan instalasi Ubuntu pada komputer saya, sekarang saatnya melihat apa yang dapat dilakukan Ubuntu untuk membantu saya melakukan aktivitas yang bisa saya dulu lakukan dengan Jendela. Kali ini yang menjadi target operasi penjelajahan saya adalah perangkat untuk bekerja. Karena pada hakekatnya saya menggunakan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan dan sekaligus belajar tentang hal-hal yang baru.
Seperti kita ketahui kalau perangkat lunak Office sudah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam dunia komputer. Kalo dulu ada yang masih ingat, dengan hadirnya Lotus 1-2-3 telah merubah wajah komputer dari sekedar alat hobi para Geek menjadi alat untuk bekerja. Ketika program Wordstar dan teman-temannya hadir, fungsi komputer bertambah sebagai alat ketik menggantikan mesin ketik konvensional karena kemudahannya untuk menyimpan data dan menampilkannya kembali ketika kita minta.
Lalu Microsoft Office datang dan semua orang menggunakannya, tidak terkecuali saya :-P Microsoft Office menjadi perangkat baku dalam dunia kerja yang belum ada bandingannya sampai saat ini. Segala kelengkapan yang ditawarkan oleh Microsoft Office seakan memanjakan kita dalam segala kemudahan dan kenyamanan bekerja dengan tulisan, angka dan data. Tapi semua itu harus dibayar dengan nilai yang sepadan untuk mendapatkan lisensi aslinya :-P
Ketika kemudian Linux hadir dari hasil karya para sukarelawan dari seluruh dunia, maka dibuatlah perangkat kerja yang dapat membuat Linux tidak hanya digunakan oleh para Geek belaka, tapi juga oleh orang awam untuk bekerja. Dan kemudian lahirlah OpenOffice dari Sun Microsystem Inc. Jika Microsoft Office harus kita tebus dengan harga yang selangit *saya tidak tahu persisnya* untuk sebuah lisensi, maka OpenOffice hadir dengan kondisi yang gratis *setidaknya demikian saya mendapatkannya* karena Ubuntu yang saya dapat secara gratis secara default membawa perangkat OpenOffice yang terdiri dari :
1. OpenOffice Database (Base)
2. OpenOffice Presentation (Impress)
3. OpenOffice Spreadsheet (Calc)
4. OpenOffice Word Processor (Writer)

Cukup introduksi di atas, selanjutnya mari kita awali penjelajahan kita… :-)
Perangkat-perangkat OpenOffice tersebut di atas akan terinstall secara otomatis apabila kita menginstall Ubuntu. Untuk membukanya dapat dilakukan dengan melakukan klik pada
Application > Office

Mari kita belajar bersama perangkat OpenOffice di atas.
Saya memulai dari OpenOffice Word Processor atau Writer terlebih dahulu karena ini merupakan salah satu perangkat office yang paling banyak penggunanya. Untuk kalangan pekerja, Writer berfungsi sebagai alat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan surat-menyurat dan pembuatan laporan, untuk pelajar dapat berfungsi sebagai alat mengerjakan tugas dan skripsi dan untuk orang awam dapat berfungsi untuk membuat undangan rapat RT :-P
OpenOffice Writer ini merupakan padanan dari Microsoft Word. Graphical User Interface atau tampilan antarmuka serta tombol dan fungsi dari Writer juga hampir sama dengan Word.

Gambar di atas merupakan gambar OpenOffice yang saya gunakan untuk menuliskan draft postingan ini. Jika kita sudah terbiasa dengan Word maka kita akan dengan mudah memahami tombol-tombol dan menu-menu yang tersedia di Writer. Memang ada beberapa keterbatasan seperti font yang kurang familiar, tampilan yang masih lebih kaku daripada Word dan beberapa keterbatasan yang lain. Tapi semuanya itu juga terbayar dengan beberapa kelebihan yang antara lain dapat melakukan export data yang kita buat ke format PDF secara langsung tanpa perangkat tambahan.

Format default dari Writer adalah .ODT yang kalau menurut saya, saya artikan sebagai Open Document Text, tapi entah benar atau tidak saya tidak tahu :-D

Salah satu kelebihan lain dari Writer adalah kemampuannya untuk membaca dan menyimpan format .DOC milik Word. Hal ini sangat membantu sekali bagi saya mengingat semua file dokumen saya ada dalam format .DOC sebagai imbas dari aktivitas penggunaan komputer saya di masa lalu :-P

Semua file .DOC milik saya dapat dibuka dengan Writer, hanya saja formatnya kemudian agak kacau dan perlu dilakukan editing dan setting untuk dapat tampil dengan lebih baik.
Selanjutnya kita coba OpenOffice Spreadsheet atau Calc. Calc adalah padanan dari Microsoft Excel dengan tampilan yang hampir serupa. Berikut adalah contoh screenshot dari Calc dengan grafik.

Untuk fungsi dan menu di Calc umumnya sama dengan Excel, hanya saja saya sempat kebingungan menemukan menu print area yang biasa saya gunakan di Excel. Selidik punya selidik, ternyata di Calc menu itu berada di Format > Print Range > Define

Untuk format penyimpanan, Calc menggunakan format .ODS yang saya artikan bebas sebagai Open Document Spreadsheet.

Namun seperti halnya Writer, Calc juga mempunyai kemampuan unruk membuka dan menyimpan dalam format .XLS milik Excel.

Selain itu, Calc juga menyertakan menu export ke format .PDF seperti Writer tanpa harus menggunakan perangkat tambahan. PDF untuk saya berguna sekali dalam berkirim dokumen via internet dimana dokumen yang dikirim sulit untuk diubah dan mempunyai kualitas yang bagus untuk dicetak namun dengan file yang relatif kecil.

Untuk perangkat OpenOffice yang lain yaitu Database (Base) dan Presentation (Impress) tidak akan saya coba sekarang karena saya tidak begitu memerlukannya. Mungkin pada waktu yang lain ketika sudah butuh akan coba saya pelajari kemudian saya tulis di sini :-D
Cukup sekian dulu untuk office, lain waktu saya akan mencoba menginstall printer dan mencoba untuk mencetak tulisan saya ini melalui printer.

Pengenalan Linux

Kata"Linux"untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet dan komunitas mahasiswa yang memiliki hobby untuk mencoba software-software baru.Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal (reliable), termasuk versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim pengembang sendiri.
Sejarah Linux
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.
Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun. Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya paling mudah.
Debian,distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya.
Slackware,merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
SuSE,distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
Mandrake,merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
WinLnux,distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows.
Dan masih banyak lagi distro yang lainnya
Kelebihan Linux
Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux/UNIX dibandingkan dengan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan menggunakan program dan file-file Linux/UNIX :
Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam harddisk walau ada beberapa kondisi dimana data tersimpan di disket. Linux/UNIX memberikan beberapa proses spesial dimana terminal, printer dan device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file yang tersimpan dalam harddisk atau disket.
Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari harddisk ke dalam RAM dan setelah dijalankan akan dinamakan sebagai proses.
Linux/UNIX menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.
Linux/UNIX mendukung struktur file yang bersifat hirarki.
Linux/UNIX adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas sistem operasi yang dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan.
Selain multitasking, Linux/UNIX juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang pada saat bersamaan dapat digunakan oleh lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk Linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan komputer langsung tanpa harus melalui jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dakam sistem.
Bagian Sistem Operasi
Sistem Operasi Linux/UNIX terdiri dari kernel, program sistem dan beberapa program aplikasi. Kernel merupakan inti dari sistem operasi yang mengatur penggunaan memori, piranti masukan keluaran, proses-proses, pemakaian file pada file system dan lain-lain. Kernel juga menyediakan sekumpulan layanan yang digunakan untuk mengakses kernel yang disebut system call. System call ini digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh sistem operasi. Program sistem dan semua program-program lainnya yang berjalan di atas kernel disebut user mode. Perbedaan mendasar antara program sistem dan program aplikasi adalah program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat berjalan sedangkan program aplikasi adalah program yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu aplikasi tertentu. Contoh : daemon merupakan program sistem dan pengolah kata (word processor) merupakan program aplikasi.
Bagian Penting Kernel Linux
Kernel Linux terdiri dari beberapa bagian penting, seperti : manajemen proses, manajemen memori, hardware device drivers, filesystem drivers, manajemen jaringan dan lain-lain. Namun bagian yang terpenting ialah manajemen proses dan manajemen memori. Manajemen memori menangani daerah pemakaian memori, daerah swap, bagian-bagian kernel dan untuk buffer cache. Manajemen proses menangani pembuatan proses-proses dan penjadwalan proses. Pada bagian dasar kernel berisi hardware device drivers untuk setiap jenis hardware yang didukung.